PALANGKA RAYA, Penuturnews.id – Bupati Kabupaten Gunung Mas defenitif pertama periode 2003-2008, Drs. Julius Djudae Anom, M.Si. Ia sempat dikabarkan tidak sedap, namun beliau saat ini masih hidup dan disarankan untuk istirahat.
Awak media ini, sudah mengkomfirmasi secara lansung melalui telepon bahwa Drs. Julius Djudae Anom, M.Si, Bupati Gunung Mas periode 2003-2008 membantah, bahwa dirinya saat ini masih sehat saja.
“Jadi saya saat ini masih sehat, dan memang betul saya sempat mengalami kecelakaan dan jatuh sendiri, jadi tidak apa-apa saja,” kata Julius Djudae Anom, pada Minggu (06/07/2025).
Memang, katanya, lokasi saat itu di Jalan Sisingamangaraja, Kota Palangka Raya. Ia berangkat untuk membeli pulsa di warung di dekat rumah. Akan tetapi dirinya sempat jatuh dan tak sadarkan diri, disana dirinya dibantu oleh warga.
“Maka saya minta jangan berlebihan saja soal kabar itu, dan saya saat ini Puji Tuhan masih diberikan kesempatan oleh Tuhan Allah,” ujarnya.
Dia menjelaskan secara rinci, mengenai dirinya ketika menjadi Bupati Gunung Mas yang defenitif pertama pada periode 2003-2008.
“Saya lahir di Desa Tumbang Bukoi, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, pada tanggal 8 Maret 1945 dan umur saya sekarang sudah 80 tahun lebih,” jelas Julius Djudae Anom.
Sementara itu, Keponakan Julius Djudae Anom, Jaya atau Bapak Yeri, mengatakan memakai bahasa Dayak Uut Danum menuliskan melalui pesan singkat WhatsApp.
“Mama ondou malom sekitar jam 11 tohun ondou batahak.. Nuk jln sisingamangaraja panyalai moli pulsa. Sehinga kuhung e terbentur baringan jahit 4. Syukur Puji Tuhan Mama barigas.. Nuk lopou i Mama..” tulisnya.
Yang artinya, “Om kemarin sekitar pukul 11 ia benar jatuh, di jalan Sisingamangaraja, dan inggin membeli pulsa, sehingga om terbentur dan mendapat 4 jahitan. Syukur Puji Tuhan om masih sehat di rumah,” katanya kalau diartikan ke Bahasa Indonesia.

Sebelumnya, di Grup WhatApps Antoni L Jaga, sempat menginformasikan bahwa Julius Djudae Anom, dikabar tak sedap, dan postingan tersebut telah dihapus. Ia mengakui, mendapatkan berita tersebut dari seseorang.
“Saya mohon maaf atas info yang tidak akurat,” tulisnya di pesan singkat.
[*/red]
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1










Komentar ditutup.