
KUALA KURUN – Saat petugas di KPU Kabupaten Gunung Mas (Gumas) sedang membawa kotak suara di depan kantor setempat, setelah dilakukan pemungutan suara.
Disitulah tiba-tiba datang sekumpulan preman atau orang tak dikenal (OTK) menggunakan mobil hilux warna hitam.
Setelah itu, Polisi yang berjaga di Kantor KPU berhasil dilumpuhkan oleh kelompok preman, yang langsung merampas kotak suara tersebut, dan membawa kabur dari petugas.
Kemudian, petugas menggelar razia gabungan bersama anggota TNI-Polri, lalu datanglah kelompok itu yang beringgas, diperiksa disana sebagian mereka kabur, dan satu orang dan kotak suara berhasil diamankan tim.
Lalu, Ketua KPU Gumas yang mendengar kotak suara di rampas oleh kelompok preman datang ke Kuala Kurun, ketika perjalanan setelah sampai di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Kurun.
Dimana kendaraan yang ditumpangi oleh Ketua KPU tiba-tiba dicegat oleh sekelompok orang tak dikenal.
Sekelompok orang tak dikenal ini, langsung membajak mobil Ketua KPU Gumas tersebut setelah sebelumnya melukai sopir dan ajudan Ketua KPU. OTK dilaporkan berputar arah mobi kembali menuju arah Kota Palangka Raya.
Ajudan yang terluka lantas masih sempat meminta bantuan ke pihak kepolisian. Beberapa sesaat setelah menerima laporan, Jajaran Polres Gumas berupaya melakukan pengejaran terhadap para OTK tersebut dan melakukan penyelidikan pencarian keberadaan dari Ketua KPU yang diculik.
Ternyata, mobil yang dikendarai oleh sekelompok OTK yang menculik Ketua KPU telah sampai, disalah satu rumah warga. Ketua KPU lantas, dibawa masuk dan disandera di rumah tersebut, dan tidak berselang lama, petugas usai melakukan serangkaian penyidikan.
Disitulah, tim tindak dari Satreskrim Polres Gumas akhirnya datang dan melakukan pengepungan. Dengan tindakan terukur dan sesuai SOP, Polisi akhirnya berhasil menangkap sejumlah pelaku dan berhasil membawa Ketua KPU yang sebelumnya di sandera.
Untuk diketahui, semua rangkaian yang dilakukan oleh OTK dan petugas tersebut merupakan salah satu rangkaian simulasi dari Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) oleh Polres Gumas dalam pengamanan Pilkada 2024 di wilayah setempat, Kamis 22 Agustus 2024.
“Itulah merupakan gambaran dari Sispamkota yang kami lakukan sebagai bentuk kesiapan pada pengamanan tiap tahapan Pemilu 2024,” ucap Kapolres Gumas, AKBP Theodorus Priyo Santosa, usai kegiatan simulasi di halaman KPU setempat.
Lanjutnya, tujuan utama dari simulasi Sispamkota ini adalah untuk memberikan gambaran kepada seluruh personel Polres Gumas dan Polsek setempat tentang tahapan-tahapan yang benar terkait pengendalian apabila terjadi hal atau situasi yang tak terduga.
Kapolres menerangkan, semua tahapan pada pengamanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ada, dan mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa.
“Rangakian simulasi yang kami gelar ini juga untuk meningkatkan kemampuan, baik fisik maupun kekompakan dalam melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa,” timpal Theo.
Orang nomor satu di Polres Gumas, pihaknya telah memetakan kerawanan-kerawanan yang bisa saja terjadi pada gelaran pesta demokrasi pada 27 November 2024 mendatang. Ini juga merupakan persiapan dalam mengamankan Pilkada.
“Sudah kami upayakan dan perkembangan situasinya akan kami monitoring setiap harinya dengan harapan Pilkada 2024, yang akan dilaksanakan di Gumas berjalan dengan aman dan lancar,” demikian dia. [red]









Komentar ditutup.