Menu ✖

Eksekutif

GSJT Minta Maaf dan Klarifikasi Terkait Video Viral Penindakan Truk ODOL

badge-check

Koordinator Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), Supriyono. [Foto : ist] Perbesar

Koordinator Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), Supriyono. [Foto : ist]

PALANGKA RAYA, Penuturnews.id– Koordinator Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), Supriyono, akhirnya angkat bicara sekaligus menyampaikan permohonan maaf terkait video yang sempat viral dan memicu kontroversi publik, khususnya di sektor transportasi logistik.

“Kami tidak berniat menyinggung siapa pun, apalagi membawa unsur SARA. Ini murni didorong oleh kecintaan kami terhadap NKRI dan kepedulian terhadap rekan-rekan sopir ODOL,” tegas Supriyono, dilansir dari Kaltengoke.com.

Supriyono menjelaskan bahwa video tersebut merupakan bentuk respons atas kekhawatiran para sopir terhadap penindakan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), terutama yang bergerak di sektor logistik.

Namun setelah dilakukan klarifikasi, Supriyono menegaskan bahwa penindakan yang terekam dalam sejumlah video bukanlah ditujukan untuk truk logistik, melainkan bagian dari pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) di sejumlah wilayah.

“Kami telah mengikuti audiensi dengan Kementerian Perhubungan pada 24 Juni lalu. Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa tidak akan ada penindakan terhadap truk ODOL di sektor logistik hingga regulasi baru diterbitkan sebagai bagian dari transisi menuju Zero ODOL 2027,” ujar Supriyono.

Kendati begitu juga ia menyampaikan, permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencari solusi bersama secara konstruktif.

“Kami memohon maaf, kepada pihak-pihak yang tersinggung dan kami berharap semua pihak dapat memahami dan mendukung kebijakan penertiban ini demi keselamatan di jalan dan keberlanjutan pembangunan daerah,” kata Supriyono.

Sementara itu, pada Selasa (22/07/2025) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng, Yulindra Dedy, penindakan tersebut menyasar truk bermuatan hasil tambang, kayu, dan sawit.

“Apa yang dilakukan Pak Gubernur adalah pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat. Penindakan yang dimaksudkan  menyasar yakni perusahaan besar yang mengangkut hasil SDA secara berlebihan dan melintasi jalan negara tanpa memperhatikan kapasitas jalan,” ujarnya.

Senada, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, sendiri menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk melindungi keselamatan pengguna jalan dan infrastruktur daerah, bukan untuk merugikan para sopir.

“Kami ingin para sopir memahami bahwa ini bukan untuk menjatuhkan mereka, tapi untuk menertibkan perusahaan pemilik truk yang kerap melanggar aturan,” kata Agustiar.

“ODOL itu sangat berisiko, bukan hanya bagi sopir tapi juga bagi pengguna jalan lainnya. Penegakan aturan ini demi kebaikan bersama,” tukas suami dari Putri Pariwisata Kalteng Tahun 2020 ini.

Saran Kami :

Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[@/red] 

 

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

26 Okt 2026 - 03:54 WIB

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

Minggu Kasih Satlantas Polres Gunung Mas, Berbagi Kebaikan Sambil Jaga Keamanan Jalan

25 Okt 2026 - 02:12 WIB

Minggu Kasih Satlantas Polres Gunung Mas, Berbagi Kebaikan Sambil Jaga Keamanan Jalan

Sempat Diduga Tenggelam di Sungai Katingan, Pria Asal Kapuas Ternyata Tersesat

24 Okt 2026 - 07:45 WIB

Sempat Diduga Tenggelam di Sungai Katingan, Pria Asal Kapuas Ternyata Tersesat

Heboh! Pemuda 20 Tahun yang Hilang 4 Hari Ditemukan Tewas di Parit Kasongan, Ada Badik dan Motor CRF

23 Okt 2026 - 12:54 WIB

Heboh! Pemuda 20 Tahun yang Hilang 4 Hari Ditemukan Tewas di Parit Kasongan, Ada Badik dan Motor CRF

Hilang dari Lanting Dini Hari, Pria 44 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Katingan

23 Okt 2026 - 12:48 WIB

Hilang dari Lanting Dini Hari, Pria 44 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Katingan
Trending di Hukum dan Kriminal