PENUTURNEWS.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan penimbunan maupun SPBU yang tidak bertanggung jawab dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas potensi gangguan distribusi BBM yang dapat berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
“Penimbunan ini yang membuat BBM menjadi langka di SPBU,” ujar Agustiar, Jumat (17/4/2026).
Suami Aisyah Thisia ini menegaskan, bahwa pengawasan akan dilakukan secara ketat, dan tidak menutup kemungkinan adanya sanksi bagi SPBU atau pihak lain yang terbukti melakukan pelanggaran.
Pemprov Kalteng telah membentuk tim khusus bersama aparat penegak hukum (APH) guna mengawasi distribusi BBM di lapangan. “Kami sudah membentuk tim untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Agustiar.
Gubernur juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman. “Kami sudah memanggil Pertamina dan meminta agar stok diatur, baik untuk dua hari maupun tiga hari ke depan. Walaupun situasi global seperti sekarang, kami tetap berupaya maksimal agar tidak terjadi kelangkaan,” tambahnya.
Agustiar mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga stabilitas distribusi BBM.
“Kalau tidak dilakukan bersama-sama, upaya antisipasi ini tidak akan maksimal. Kebersamaan menjadi kunci agar masyarakat tidak terdampak,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan distribusi BBM dapat berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan.
Saran kita, ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di;
- WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
- TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Fa/red]









Komentar ditutup.