PALANGKA RAYA, Penuturnews.id – Sebuah kontroversi yang menghebohkan, di tanah Borneo khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng) setelah Gubernur setempat, menindak para supir truk Over Dimension Over Load (Odol) dengan plat nomor luar Kalteng non KH.
Bahkan, Para sopir yang menamakan diri mereka Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) yang beroperasi di Kalteng ramai-ramai mengkritik kebijakan tersebut, dan bahkan ada yang menghujat Gubernur Kalteng dengan kata-kata yang tidak pantas.
Salah satu warga net, Andreas Junaedy ApankBontang diakun facebooknya, mengatakan para sopir Odol mengkritik kebijakan Gubernur, dan merasa bahwa kebijakan Gubernur Kalteng tidak adil.
“Kamu ngatain Gubernur (b*** -red) sama saja kamu ngatain seluruh warga Kalteng ini (b****,” tulisnya.
Andreas Junaedy ApankBontang selaku netizen, tersebut juga merasa bahwa warga Kalteng sangat tidak juga bergantung pada logistik, dari Jawa. “Kalian lah pendatang yang hanya datang untuk mengambil Sumber Daya Alam Kalteng tanpa memberikan keuntungan yang signifikan bagi warga lokal,” tulisnya.
Status tersebut memicu perdebatan di media sosial, dengan keprihatinan dan banyak warga Kalteng yang membela Gubernur atas kebijakan penindakan supir Odol.
Warga Kalimantan Tengah (Kalteng) membela Gubernur, dan mereka menyatakan bahwa pendatang hanya mengambil sumber daya alam tanpa memberikan keuntungan signifikan bagi warga lokal.
Mereka mempertanyakan ketergantungan Kalteng pada logistik dari Jawa, dan menegaskan bahwa justru pendatang yang sangat bergantung pada Kalteng.
Warga Kalteng mengkritik pendatang karena dinilai hanya memberikan sedikit kontribusi, sementara mengambil banyak sumber daya alam.
“Kami mempertanyakan kontribusi pendatang kepada Kalteng dan menyatakan bahwa selama ini pendatanglah yang diuntungkan,” jelasnya.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[*/red]










Komentar ditutup.