Menu ✖

Hukum dan Kriminal

Kayu Gelondongan Tanpa Identitas, Truk hingga Ekskavator Ditemukan! Menhut Soroti Pengawasan Hutan Kalteng

badge-check

Kayu Gelondongan Tanpa Identitas, Truk hingga Ekskavator Ditemukan! Menhut Soroti Pengawasan Hutan Kalteng Perbesar

PENUTURNEWS.ID – Dugaan praktik pembalakan liar di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menjadi sorotan. Ironisnya, indikasi pelanggaran kehutanan berskala besar justru ditemukan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat menyusuri jalur darat di wilayah tersebut.

Bukan hanya tumpukan kayu gelondongan berukuran besar, rombongan Menteri Kehutanan juga menemukan truk pengangkut kayu hingga alat berat jenis ekskavator yang berada di kawasan hutan. Temuan ini memunculkan pertanyaan serius mengenai legalitas aktivitas pengangkutan kayu dan efektivitas pengawasan kawasan hutan di Bumi Tambun Bungai.

Temuan tersebut bermula saat Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah pada Sabtu (31/10/2026) untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam perjalanan, rombongan mendapati tumpukan kayu log berukuran besar di pinggir jalan. Namun, kayu-kayu tersebut tidak dilengkapi tanda pengenal yang menunjukkan legalitas asal-usul hasil hutan.

Tak berhenti di situ, dua unit truk berterpal yang mengangkut kayu juga dihentikan untuk diperiksa. Petugas kemudian menemukan sebuah ekskavator berada di dalam kawasan hutan tanpa kejelasan peruntukan maupun izin operasional.

Keberadaan industri pengolahan kayu di sekitar lokasi turut menjadi perhatian. Industri tersebut diduga berpotensi menerima pasokan bahan baku dari aktivitas yang legalitasnya masih dipertanyakan.

Menyikapi temuan tersebut, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan Kementerian Kehutanan langsung melakukan penyegelan lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

Raja Juli mengaku prihatin karena indikasi pelanggaran kehutanan dengan skala yang tidak kecil justru begitu mudah ditemukan hanya dengan menyusuri pinggir jalan.

Ia menyoroti tumpukan kayu gelondongan yang tidak menunjukkan tanda sebagai hasil pemanfaatan hutan oleh pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang memiliki legalitas dan dokumen Sistem Informasi Kelestarian Hutan (SPLK).

“Kita nyisir ke pinggir jalan aja langsung ada kayu-kayu log yang sedemikian besar yang enggak ada tanda bahwa itu milik PBPH yang legal punya SPLK. Di pinggir jalan juga kita lihat tadi ada pabrik kayu yang kemungkinan besar juga kayunya pasti (dipertanyakan legalitasnya). Jadi saya mohon ya paling tidak untuk hari ini, apa yang kita temukan tadi di jalan itu, ditindaklanjuti,” tegas Raja Juli, Senin (2/11/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa temuan di lapangan tidak boleh berhenti sebatas pemeriksaan sesaat. Penelusuran harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari asal-usul kayu, dokumen pengangkutan, titik penebangan hingga pihak yang diduga terlibat dalam rantai distribusinya.

 

Mudahnya menemukan tumpukan kayu berukuran besar, kendaraan pengangkut hingga alat berat di kawasan hutan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan kehutanan di Kalimantan Tengah.

Sebab, aktivitas pengangkutan kayu dalam jumlah besar tentu membutuhkan kendaraan, alat berat, serta mobilisasi yang tidak sedikit. Kondisi ini menjadi perhatian serius terhadap mekanisme pengawasan di lapangan dan koordinasi antarinstansi terkait.

Meski demikian, temuan tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya pembiaran maupun keterlibatan pihak tertentu. Hal itu masih memerlukan pendalaman dan pembuktian melalui proses penyelidikan.

Kementerian Kehutanan berencana menelusuri dokumen angkutan hasil hutan, asal-usul kayu hingga lokasi penebangan. Pemeriksaan juga akan diarahkan kepada pihak-pihak yang mengetahui aktivitas tersebut, termasuk aparat desa, pemilik alat berat, serta pengelola industri pengolahan kayu di sekitar lokasi.

Legalitas operasional industri juga akan dievaluasi untuk memastikan bahan baku yang diterima benar-benar berasal dari sumber yang sah.

Penanganan temuan ini selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Polda Kalimantan Tengah dan aparat penegak hukum lainnya. Penelusuran diharapkan tidak hanya berhenti pada kayu, kendaraan dan alat berat yang ditemukan, tetapi juga mampu mengungkap kemungkinan jaringan pemasok hingga penampung hasil pembalakan liar.

Kini, temuan langsung Menteri Kehutanan tersebut menjadi ujian serius bagi pengawasan dan penegakan hukum di sektor kehutanan Kalimantan Tengah.

Publik menunggu tindak lanjut konkret pemerintah dan aparat penegak hukum. Siapa pemilik kayu-kayu tersebut? Dari mana asalnya? Siapa yang bertanggung jawab atas aktivitas di kawasan hutan itu?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab melalui penyelidikan yang transparan dan penegakan hukum yang tegas. Jangan sampai temuan di pinggir jalan hanya menjadi sorotan sesaat, sementara dugaan praktik perusakan hutan terus berlangsung.

Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :

WhatsApp:

https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok :

https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[*/Red]

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

40 Paket Sabu Ditemukan di Rumah Warga Sepang, Satu Disembunyikan dalam Aksesori Pohon Natal

3 Nov 2026 - 07:05 WIB

40 Paket Sabu Ditemukan di Rumah Warga Sepang, Satu Disembunyikan dalam Aksesori Pohon Natal

Tak Sekadar Imbauan, Satlantas Polres Gunung Mas Hadir Berbagi dan Dekatkan Diri dengan Masyarakat

3 Nov 2026 - 06:31 WIB

Tak Sekadar Imbauan, Satlantas Polres Gunung Mas Hadir Berbagi dan Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Tersimpan di Atap Dapur! Dompet Hitam Ini Bikin Polisi Temukan Sabu 3,76 Gram

3 Nov 2026 - 05:14 WIB

Tersimpan di Atap Dapur! Dompet Hitam Ini Bikin Polisi Temukan Sabu 3,76 Gram

Cegah Pelanggaran Sejak Dini, Satlantas Polres Gunung Mas Edukasi Pelajar SMPN 3 Tumbang Hakau

3 Nov 2026 - 04:41 WIB

Cegah Pelanggaran Sejak Dini, Satlantas Polres Gunung Mas Edukasi Pelajar SMPN 3 Tumbang Hakau

Kabag Ops dan Dua Kapolsek di Barito Timur Alami Pergantian

2 Nov 2026 - 05:17 WIB

Kabag Ops dan Dua Kapolsek di Barito Timur Alami Pergantian
Trending di Barito Timur