PENUTURNEWS.ID – Pembahasan Perubahan APBD Kabupaten Gunung Mas tahun 2026 mulai diwarnai sejumlah catatan kritis dari kalangan DPRD. Fraksi NasDem bahkan melontarkan sejumlah usulan yang cukup menohok, mulai dari penambahan anggaran penanganan bencana kabut asap, perbaikan jalan dan jembatan, hingga urusan kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng 2026 di Pangkalan Bun.
Anggota DPRD Gunung Mas sekaligus Juru Bicara Fraksi NasDem, Hermanto, mengatakan pihaknya pada prinsipnya dapat menerima struktur Perubahan APBD Kabupaten Gunung Mas tahun 2026 untuk dibahas dalam forum pembahasan yang telah ditetapkan Badan Musyawarah.
Namun, penerimaan tersebut bukan berarti Fraksi NasDem melepas begitu saja sejumlah catatan penting. Ada beberapa sektor yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius dalam perubahan anggaran tersebut. Salah satunya adalah penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang saat ini berdampak terhadap kondisi udara di wilayah Gunung Mas.
“Anggaran Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran agar ditambah sebagai bentuk dukungan Pemda terhadap bencana kabut asap yang terjadi saat ini,” kata Hermanto, belum lama ini.
Menurut pria yang akrab disapa Sigoi tersebut, kondisi Karhutla dan kabut asap tidak bisa dianggap sebagai persoalan musiman yang cukup ditangani sekadarnya. Ketika status penanganan bencana sudah meningkat, dukungan anggaran juga dinilai harus ikut menyesuaikan. Asapnya sudah masuk ke mana-mana, jangan sampai anggarannya justru masih pikir-pikir keluar.
Selain Karhutla, Fraksi NasDem juga meminta agar pemerintah daerah memperhatikan anggaran perbaikan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan. Hermanto menilai masih banyak ruas jalan maupun jembatan di Kabupaten Gunung Mas yang mengalami kerusakan parah dan membutuhkan penanganan segera.
“Anggaran untuk perbaikan jalan dan jembatan bisa diperhatikan untuk ditambah juga, mengingat saat ini masih banyak jalan dan jembatan yang rusak parah dan harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur tidak kalah penting karena menyangkut mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi. Jangan sampai masyarakat diminta bersabar sementara jalan yang rusak justru semakin banyak menghiasi daerah.
Selain itu, ujarnya, catatan Fraksi NasDem kemudian menyentuh sektor olahraga. Hermanto meminta anggaran untuk keikutsertaan Kabupaten Gunung Mas dalam Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah 2026 di Pangkalan Bun juga diperhatikan dan, jika memungkinkan, ditambah.
Namun, jika anggaran memang tidak mencukupi atau bahkan tidak tersedia, Fraksi NasDem menyarankan agar Gunung Mas mempertimbangkan untuk tidak mengirimkan kontingen.
“Kalau memang anggaran tidak cukup atau tidak tersedia, kami menyarankan Kabupaten Gunung Mas tidak usah mengirimkan kontingen saja,” tegasnya.
Pernyataan tersebut terdengar sederhana, tetapi pesan politik anggarannya cukup jelas: jangan sampai atlet diminta bertanding membawa nama daerah, sementara kebutuhan pendukungnya justru tidak dipersiapkan secara memadai.
Bagi Fraksi NasDem, keikutsertaan dalam Porprov tentu harus didukung dengan anggaran yang realistis. Jangan sampai kontingen berangkat dengan semangat juara, tetapi pulang membawa cerita soal minimnya dukungan.
“Seluruh catatan tersebut disampaikan agar Perubahan APBD 2026 benar-benar diarahkan pada kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Klk/Red]










Komentar ditutup.