Menu ✖

Hukum dan Kriminal

Jenazah “Kai” 63 Tahun di Sampit Ditemukan, Kondisinya Tinggal 70 Persen

badge-check

Petugas melakukan evakuasi jenazah korban serangan buaya di Sungai Rangkang, pada Senin (24/11/2025) siang. [FOTO DOK. BPBD KOTIM] Perbesar

Petugas melakukan evakuasi jenazah korban serangan buaya di Sungai Rangkang, pada Senin (24/11/2025) siang. [FOTO DOK. BPBD KOTIM]

SAMPIT, Penuturnews.id – Setelah tiga hari hilang diseret buaya di Sungai Rangkang, jasad Muhran alias kai berusia 63 tahun, warga Desa Satiruk, akhirnya ditemukan pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Penantian keluarga dan upaya pencarian panjang itu berakhir dengan kondisi korban yang hanya tersisa sekitar 70 persen.
‎
‎Kepala BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengungkapkan bahwa dua hari pertama pencarian menjadi masa tersulit bagi tim terpadu. Meski melibatkan warga, aparat desa, kecamatan hingga tim SAR, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban.
‎
‎“Dua hari pertama benar-benar nihil. Semua unsur sudah turun, tapi belum ada hasil,” kata Multazam saat diwawancarai, Selasa (25/11/2025).
‎
‎Sejak awal, tim SAR menggunakan armada besar untuk menyisir wilayah sungai yang bergelombang kuat. Namun, strategi itu terbukti kurang efektif. Memasuki hari kedua, pola pencarian dimodifikasi dengan mengerahkan perahu karet kecil, memungkinkan petugas menembus area-area sempit yang sebelumnya tidak tersentuh.
‎
‎“Hari kedua dan ketiga kami gunakan perahu karet agar bisa menjangkau jalur yang sempit,” jelasnya.
‎
‎Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Jasad Muhran ditemukan dalam keadaan sangat memprihatinkan. Bagian tubuh korban sudah tidak utuh dan tidak mungkin diselamatkan.
‎
‎“Kondisi jenazah sekitar 70 persen yang bisa kita temukan. Korban sudah dalam keadaan meninggal dan langsung diserahkan ke keluarga,” ujarnya.
‎
‎Multazam menambahkan, pasang surut air laut menjadi tantangan besar selama proses pencarian. Armada besar kesulitan bergerak, sementara beberapa jalur hanya dapat dijangkau dengan perahu tradisional milik warga.
‎
‎“Hambatan terberat adalah pasang surut. Alut jelajah kita terbatas. Warga justru sangat membantu karena perahu tradisional mereka bisa masuk ke banyak titik,” katanya.
‎
‎Terkait awal kejadian, Muhran dikenal warga sebagai pencari udang di sungai tersebut. Saat terseret buaya, sempat terdengar teriakan minta tolong. Namun, saksi tak dapat memberikan pertolongan karena situasi sangat berisiko.
‎
‎“Ada saksi yang mendengar teriakannya, tapi karena yang dihadapi predator, tentu tidak bisa langsung menolong,” terang Multazam.
‎
‎Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Warga diimbau agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan sungai yang diketahui menjadi habitat buaya.

Saran kita, ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di ;

 

[ri/red]   

‎

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

28 Okt 2026 - 09:15 WIB

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

26 Okt 2026 - 03:54 WIB

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

Minggu Kasih Satlantas Polres Gunung Mas, Berbagi Kebaikan Sambil Jaga Keamanan Jalan

25 Okt 2026 - 02:12 WIB

Minggu Kasih Satlantas Polres Gunung Mas, Berbagi Kebaikan Sambil Jaga Keamanan Jalan

Sempat Diduga Tenggelam di Sungai Katingan, Pria Asal Kapuas Ternyata Tersesat

24 Okt 2026 - 07:45 WIB

Sempat Diduga Tenggelam di Sungai Katingan, Pria Asal Kapuas Ternyata Tersesat

Heboh! Pemuda 20 Tahun yang Hilang 4 Hari Ditemukan Tewas di Parit Kasongan, Ada Badik dan Motor CRF

23 Okt 2026 - 12:54 WIB

Heboh! Pemuda 20 Tahun yang Hilang 4 Hari Ditemukan Tewas di Parit Kasongan, Ada Badik dan Motor CRF
Trending di Polisi