PENUTURNEWS.ID – Suasana pertemuan bulanan antara Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran bersama awak media kali ini tak sekadar penuh paparan program dan laporan capaian.
Di balik nuansa formal yang dibuka rapi oleh jajaran Diskominfo, terselip momen “panas” yang membuat ruangan mendadak terasa seperti sidang ujian dadakan bagi dua kepala dinas.
Pertemuan rutin yang digelar sebagai sarana mendengar langsung kondisi riil di lapangan itu memang menjadi salah satu cara Pemerintah Provinsi Kalteng mengevaluasi program dan kebijakan.
Namun kali ini, sorotan justru tertuju pada teguran keras gubernur kepada Kepala Dinas PUPR serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian terkait penyusunan anggaran dan cara menyampaikan persoalan ke publik melalui media.
“Mungkin waktu membuat perencanaan dia mabuk, akhirnya mabuk,” celetuk Agustiar Sabran yang langsung membuat suasana ruangan mendadak hening bercampur senyum tipis para peserta.
Kalimat bernada satire itu pun sontak menjadi perhatian. Meski terdengar keras, pernyataan tersebut diyakini sebagai bentuk kekecewaan sekaligus sindiran agar jajaran OPD lebih matang dalam menyusun program dan menjelaskan kebijakan kepada masyarakat.
Yang menarik, forum yang awalnya terlihat seperti agenda rutin pemerintah mendadak berubah bak panggung evaluasi terbuka. Dua kepala dinas yang disebut gubernur seolah berada di kursi “sidang skripsi”, sementara awak media menjadi penonton sekaligus penguji tidak resmi.
Di hadapan wartawan, Agustiar juga menggambarkan posisinya yang kerap ikut “kena semprot” publik saat program pemerintah menuai kritik.
Menurutnya, gubernur sering kali menjadi pihak yang paling disorot ketika ada persoalan di lapangan, termasuk soal proyek cat jalan di Kota Palangka Raya yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.
Karena itu, dirinya memilih rutin bertemu insan pers untuk membuka ruang komunikasi secara langsung.
Selain mempublikasikan capaian pembangunan, forum tersebut juga menjadi wadah menyerap kritik, masukan, hingga keluhan masyarakat agar pemerintah tidak bekerja dalam “ruang kedap suara”.
Meski sempat diwarnai celetukan pedas dan suasana menegangkan, pertemuan bulanan ini diharapkan tetap menjadi ruang terbuka antara pemerintah dan media demi mendorong pembangunan yang lebih tepat sasaran serta pengawasan publik yang sehat di Kalimantan Tengah.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Mgf/red]










Komentar ditutup.