PENUTURNEWS.ID – Sebanyak 224 mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) resmi diterjunkan ke Kabupaten Gunung Mas untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode I. Namun, sebelum menyebar ke berbagai desa, mereka mendapat pesan yang tegas dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas: jangan datang merasa paling pintar.
Mahasiswa dari berbagai fakultas itu diharapkan tidak sekadar menuntaskan kewajiban akademik, melainkan benar-benar menjadi energi baru yang mampu mendorong percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa-desa.
Mewakili Bupati Gunung Mas, Jaya S. Monong, Sekretaris Daerah Gunung Mas, Richard FL, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik kehadiran para mahasiswa karena dinilai menjadi bagian penting dari kolaborasi membangun daerah.
“Program KKN bukan sekadar agenda kampus. Ini adalah bentuk sinergi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan,” ujar Richard saat menerima mahasiswa KKN di Aula Bapperida, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui Program Tambun Bungai, sehingga keberadaan mahasiswa di desa diharapkan mampu menjadi akselerator lahirnya berbagai inovasi dan solusi bagi masyarakat.
Richard menegaskan, membangun daerah tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Peran perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, hingga media menjadi bagian penting dalam konsep penta helix untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Karena itu, ia berharap hubungan antara Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dengan Universitas Palangka Raya tidak berhenti pada program KKN semata, tetapi terus berkembang melalui kerja sama penelitian, inovasi daerah, hingga pendampingan berbagai program pembangunan.
Bagi Richard, desa-desa di Gunung Mas bukan sekadar lokasi penempatan mahasiswa. Desa merupakan “kampus kehidupan” yang akan mengajarkan banyak hal yang tidak ditemukan di ruang kuliah.
Di sana, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan kehidupan masyarakat, mengenal adat istiadat, potensi sumber daya alam, budaya lokal, hingga persoalan nyata yang dihadapi warga setiap hari.
“Ilmu yang didapat di bangku kuliah akan benar-benar diuji ketika berada di tengah masyarakat. Di lapangan, mahasiswa bukan hanya mengajar, tetapi juga belajar,” katanya.
Richard pun memberikan pesan yang paling ditekankan kepada seluruh peserta KKN. Ia meminta mahasiswa meninggalkan ego akademik ketika berada di desa.
“Jangan datang merasa paling pintar. Datanglah untuk belajar, mendengar, kemudian bersama-sama mencari solusi bersama masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta KKN untuk membangun komunikasi yang baik dengan kepala desa, lurah, perangkat desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga. Sikap rendah hati, menghargai adat istiadat, serta terbuka terhadap masukan menjadi modal utama agar program KKN berjalan sukses.
Sementara itu, perwakilan Universitas Palangka Raya, Zimon Pereiz, mengatakan sebanyak 224 mahasiswa dari berbagai fakultas, mulai dari kedokteran hingan kehutanan, dan program studi naik gunung dalam KKN Reguler Periode I di Kabupaten Gunung Mas.
Menurutnya, KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Diharapkan mahasiswa mampu menghadirkan inovasi, membantu menyelesaikan berbagai persoalan di desa, serta menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Klk/Red]










Komentar ditutup.