Menu ✖

Eksekutif

Lupakan Teori! Mahasiswa UPR, kini Harus Menjawab Persoalan Desa di Gunung Mas

badge-check

Lupakan Teori! Mahasiswa UPR, kini Harus Menjawab Persoalan Desa di Gunung Mas Perbesar

PENUTURNEWS.ID – Lupakan anggapan bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) hanya soal tanda tangan absensi, foto bersama, lalu pulang membawa laporan. Di Kabupaten Gunung Mas, 224 mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) justru mendapat “ujian sesungguhnya”: meninggalkan bangku kuliah, hidup di tengah masyarakat, membaca persoalan desa, lalu ikut menghadirkan solusi nyata.

Itulah pesan yang mengemuka saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas resmi menerima mahasiswa KKN Reguler Periode I UPR di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Selasa (14/7/2026).

Bagi pemerintah daerah, kehadiran ratusan mahasiswa bukan sekadar memenuhi agenda akademik tahunan. Mereka diharapkan menjadi tenaga intelektual muda yang mampu memberi warna baru bagi pembangunan desa, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Kepala Bapperida Kabupaten Gunung Mas, Yantrio Aulia, menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa KKN merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Pemkab Gunung Mas dan Universitas Palangka Raya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Hari ini kita menerima adik-adik mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi UPR untuk belajar, mengabdi, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya.

Menurut Yantrio, mahasiswa tidak hanya datang membawa proposal program kerja, tetapi juga akan terlibat langsung dalam berbagai program strategis pemerintah daerah. Salah satunya adalah percepatan penurunan angka stunting yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah.

Ia menilai KKN merupakan ruang belajar yang paling jujur. Sebab, di desa mahasiswa tidak lagi diuji dengan lembar soal, melainkan dengan kemampuan beradaptasi, membangun komunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, hingga menghadirkan solusi yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.

“Ilmu tidak cukup hanya disimpan di ruang kelas. Ilmu harus turun ke jalan, masuk ke desa, menyentuh masyarakat, lalu kembali menjadi pengalaman yang membentuk karakter dan kepedulian,” tegas Yantrio.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan KKN bukan hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa. Peran pemerintah desa, kelurahan, dosen pembimbing lapangan, serta dukungan masyarakat menjadi kunci agar setiap program mampu memberikan dampak nyata.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard FL, mengingatkan bahwa desa bukan sekadar titik penempatan mahasiswa. Desa adalah ruang belajar yang tidak diajarkan secara utuh di ruang kuliah.

“Di desa, adik-adik akan belajar tentang kehidupan yang sebenarnya. Belajar memahami budaya, kearifan lokal, potensi daerah, hingga persoalan nyata yang dihadapi masyarakat setiap hari. Di situlah ilmu diuji, empati dibangun, dan kepemimpinan ditempa,” katanya.

Richard juga menitipkan pesan yang sederhana namun sarat makna. Mahasiswa diminta tidak datang dengan perasaan paling tahu atau paling pintar. Sebaliknya, mereka harus membuka ruang dialog, menghormati adat dan budaya setempat, serta menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam setiap kegiatan.

“Datanglah bukan untuk menggurui, tetapi untuk mendengar. Jangan hanya membawa teori, bawalah juga kepedulian. Karena masyarakat tidak membutuhkan mahasiswa yang sekadar hadir, tetapi mahasiswa yang mau bekerja bersama mereka,” pesannya.

Dengan bekal ilmu, semangat muda, dan kepedulian sosial, kehadiran 224 mahasiswa KKN UPR diharapkan tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian yang benar-benar dirasakan masyarakat desa. Sebab, KKN sejatinya bukan tentang berapa lama tinggal di desa, melainkan seberapa besar manfaat yang ditinggalkan setelah pulang.

Saran Kami :

Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok :

https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[Klk/Red]

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

28 Okt 2026 - 09:15 WIB

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

28 Okt 2026 - 02:02 WIB

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

26 Okt 2026 - 03:54 WIB

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

Jumat Keliling di Kuala Kurun, Polres Gunung Mas Buka Ruang Aduan Warga

24 Okt 2026 - 02:33 WIB

Jumat Keliling di Kuala Kurun, Polres Gunung Mas Buka Ruang Aduan Warga

Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Terbakar Termasuk Masjid, Rumah Warga dan Gedung Walet Ikut Hangus

23 Okt 2026 - 07:18 WIB

Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Terbakar Termasuk Masjid, Rumah Warga dan Gedung Walet Ikut Hangus
Trending di Katingan