Menu ✖

Polisi

Karhutla Tak Pernah Janji Datang, Polres Gunung Mas Pilih Siaga Sebelum Api Bicara

badge-check

Karhutla Tak Pernah Janji Datang, Polres Gunung Mas Pilih Siaga Sebelum Api Bicara Perbesar

PENUTURNEWS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak pernah mengirim undangan sebelum datang. Saat sebagian orang masih berharap hujan turun, Polres Gunung Mas justru memilih bergerak lebih dulu. Bagi mereka, mencegah selalu lebih murah daripada memadamkan.

Komitmen itu ditunjukkan melalui Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpas) Kontingensi Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Tantya Sudhirajati, Mapolres Gunung Mas, Jalan Bhayangkara Nomor 1, Kuala Kurun, Selasa (21/7/2026) pagi.

Apel dipimpin langsung Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., didampingi Wakapolres Kompol Indras Purwoko, S.H., serta diikuti para Pejabat Utama (PJU), personel Polres, hingga jajaran Polsek se-Kabupaten Gunung Mas.

Namun, apel kali ini bukan sekadar barisan rapi atau seremoni tahunan. Satu per satu personel, kendaraan, hingga perlengkapan penanggulangan Karhutla diperiksa. Tujuannya jelas: memastikan seluruh kekuatan benar-benar siap ketika alam mulai menguji.

Dalam amanat Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. yang dibacakan Kapolres, ditegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan fondasi utama menghadapi ancaman Karhutla yang hampir setiap tahun membayangi Kalimantan Tengah.

Wilayah ini memang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Hamparan lahan gambut yang mudah terbakar, curah hujan yang menurun drastis saat musim kemarau, ditambah masih adanya praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, menjadi kombinasi yang dapat memicu bencana dalam waktu singkat.

Karhutla bukan sekadar persoalan api yang melalap pepohonan. Ketika asap mulai mengepul, dampaknya merembet ke mana-mana. Udara menjadi tidak sehat, aktivitas masyarakat terganggu, transportasi terhambat, proses belajar mengajar tersendat, roda perekonomian melambat, hingga pelayanan publik ikut terdampak. Bahkan, asap tak mengenal batas administrasi wilayah.

Ancaman tersebut bukan sekadar prediksi. Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.

Sementara itu, data BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah hingga 19 Juli 2026 menunjukkan situasi yang patut menjadi perhatian serius. Sebanyak 563 kejadian Karhutla telah tercatat dengan total luas lahan terbakar mencapai 852,58 hektare. Khusus sepanjang Juli saja, terjadi 229 kejadian dengan luasan kebakaran mencapai 378,72 hektare.

Angka-angka itu menjadi alarm bahwa kewaspadaan tidak boleh ditunda.

Menghadapi situasi tersebut, Polda Kalimantan Tengah menggelar Operasi Kontingensi Aman Nusa II Tahun 2026 selama 14 hari. Operasi ini melibatkan personel beserta sarana dan prasarana yang akan bersinergi dengan TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, dunia usaha, relawan, hingga seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.

Kapolres Gunung Mas juga memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh personel. Mulai dari memastikan kesiapan personel dan perlengkapan operasional, memperkuat koordinasi lintas instansi, mengintensifkan patroli serta deteksi dini hotspot, memanfaatkan teknologi dalam pemantauan wilayah, hingga melakukan penegakan hukum secara profesional terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Di atas segalanya, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas sesuai standar operasional prosedur.

“Kesiapan seluruh unsur menjadi kunci utama agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana besar. Penanggulangan Karhutla bukan hanya tugas Polri, melainkan tanggung jawab bersama. Sinergi antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi penentu keberhasilan. Mari kita utamakan langkah pencegahan sejak dini agar api tidak sempat membesar dan lingkungan tetap terjaga,” tegas AKBP Arum Sari Puspita Dewi.

Apel yang berakhir sekitar pukul 09.00 WIB itu berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Gunung Mas kembali menegaskan bahwa menjaga hutan bukan sekadar memadamkan api ketika sudah berkobar. Jauh lebih penting adalah memastikan api itu tidak pernah menemukan kesempatan untuk menyala. Sebab, saat semua pihak memilih bergerak lebih awal, peluang menyelamatkan hutan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat akan jauh lebih besar.

Saran Kami :

Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok :

https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[Hms/Red]

 

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

14 Personel Polres Gunung Mas Jalani Tes Kesehatan Calon Pemegang Senpi, Hasil Narkoba Seluruhnya Negatif

30 Okt 2026 - 05:38 WIB

14 Personel Polres Gunung Mas Jalani Tes Kesehatan Calon Pemegang Senpi, Hasil Narkoba Seluruhnya Negatif

Tekan Risiko Kecelakaan, Satlantas Polres Gunung Mas Pasang Spanduk Imbauan di Jalur Rawan Laka

30 Okt 2026 - 05:32 WIB

Tekan Risiko Kecelakaan, Satlantas Polres Gunung Mas Pasang Spanduk Imbauan di Jalur Rawan Laka

Cegah Pelanggaran Sejak Dini, Satlantas Polres Gunung Mas Edukasi Siswa SMPN 1 Manuhing

30 Okt 2026 - 05:22 WIB

Cegah Pelanggaran Sejak Dini, Satlantas Polres Gunung Mas Edukasi Siswa SMPN 1 Manuhing

Jumat Berkah, Satlantas Polres Gunung Mas Berbagi Kebaikan kepada Masyarakat Kuala Kurun

30 Okt 2026 - 05:04 WIB

Jumat Berkah, Satlantas Polres Gunung Mas Berbagi Kebaikan kepada Masyarakat Kuala Kurun

Tanam 50 Bibit Meranti dan Sungkai, Polres Gunung Mas Galakkan Green Policing

30 Okt 2026 - 04:41 WIB

Tanam 50 Bibit Meranti dan Sungkai, Polres Gunung Mas Galakkan Green Policing
Trending di Polisi