Menu ✖

Hukum dan Kriminal

Bekali Keahlian, Karutan Kapuas Turun Langsung Dampingi WBP Berkreasi

badge-check

Tidak sekadar memantau dari balik meja, Karutan terjun langsung berbaur dengan para warga binaan untuk memotivasi peningkatan kreativitas melalui pembuatan berbagai kerajinan tangan.[Foto :Istimewa] Perbesar

Tidak sekadar memantau dari balik meja, Karutan terjun langsung berbaur dengan para warga binaan untuk memotivasi peningkatan kreativitas melalui pembuatan berbagai kerajinan tangan.[Foto :Istimewa]

PENUTURNEWS.ID – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas Daniel Kristianto menunjukkan komitmen nyata dalam program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Tidak sekadar memantau dari balik meja, Karutan terjun langsung berbaur dengan para warga binaan untuk memotivasi peningkatan kreativitas melalui pembuatan berbagai kerajinan tangan.

​Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pihak Rutan untuk memastikan para WBP memiliki bekal keterampilan yang mumpuni dan bernilai ekonomis saat mereka kembali ke masyarakat nanti.
​
​Dalam suasana yang penuh keakraban, Karutan Kapuas Daniel Kristianto tampak berdiskusi dan sesekali memberikan arahan teknis terkait produk kerajinan yang sedang digarap. Menurutnya, keterlibatan pimpinan secara langsung dapat meningkatkan moril para warga binaan untuk terus berkarya meski berada di tengah keterbatasan.

​”Kami ingin menghapus sekat namun tetap dalam koridor aturan. Dengan berbaur, kita bisa mendengar kendala mereka sekaligus memotivasi bahwa masa pidana bukan akhir dari segalanya, melainkan masa persiapan untuk menjadi pribadi yang lebih produktif,” ujarnya.
​
​Berbagai produk kerajinan dihasilkan dari tangan terampil para WBP, mulai dari pertukangan kayu, bengkel, hingga suvenir khas daerah. Program ini dirancang untuk ​Mengasah Hard Skill: Memberikan keahlian teknis yang dapat diaplikasikan di dunia kerja atau usaha mandiri.​

“Juga Membentuk Etos Kerja: Membiasakan warga binaan dengan rutinitas yang positif dan produktif. ​Modal Sosial: Menyiapkan WBP agar memiliki kepercayaan diri saat bebas karena memiliki nilai tambah,”terangnya.

​Bekal Menuju Kemandirian Pasca-Bebas
​Pihak Rutan Kapuas berharap, melalui pembinaan yang intensif dan humanis ini, angka residivisme (pengulangan tindak pidana) dapat ditekan. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mengubah stigma negatif masyarakat terhadap mantan warga binaan.

​”Target kami jelas saat mereka melangkah keluar dari pintu gerbang Rutan nanti, mereka tidak lagi membawa beban masa lalu, melainkan membawa keterampilan yang bisa menghidupi keluarga secara halal,” pungkasnya.

​Kegiatan rutin ini mendapat respons positif dari para WBP yang merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk membuktikan bahwa mereka mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa depan.

Saran kita, ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di;

 

 

[Lex/red]

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sempat Diduga Tenggelam di Sungai Katingan, Pria Asal Kapuas Ternyata Tersesat

24 Okt 2026 - 07:45 WIB

Sempat Diduga Tenggelam di Sungai Katingan, Pria Asal Kapuas Ternyata Tersesat

Hilang dari Lanting Dini Hari, Pria 44 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Katingan

23 Okt 2026 - 12:48 WIB

Hilang dari Lanting Dini Hari, Pria 44 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Katingan

Bukan Razia Biasa! Polisi Sisir THM Gunung Mas, 10 Pengunjung Dipaksa ‘Pipis’

18 Okt 2026 - 03:39 WIB

Bukan Razia Biasa! Polisi Sisir THM Gunung Mas, 10 Pengunjung Dipaksa ‘Pipis’

Niat Cari Rumput untuk Ternak, Petani di Bartim Malah Ditemukan Tewas Tertelungkup di Jembatan

14 Okt 2026 - 12:18 WIB

Niat Cari Rumput untuk Ternak, Petani di Bartim Malah Ditemukan Tewas Tertelungkup di Jembatan

Misteri Kematian Siti Rahmah di Jalan Houling Adaro Km 35, Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti

14 Okt 2026 - 12:03 WIB

Misteri Kematian Siti Rahmah di Jalan Houling Adaro Km 35, Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti
Trending di Barito Timur