Menu ✖

Hukum dan Kriminal

Digeruduk Keluhan Warga, Polres Gunung Mas Turun Tangan Hentikan PETI di Jalan Soekarno

badge-check

[Foto : Humas for Penuturnews.id] Perbesar

[Foto : Humas for Penuturnews.id]

PENUTURNEWS.ID – Menindaklanjuti keresahan masyarakat yang mencuat melalui pemberitaan media online, Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas bergerak cepat turun ke lapangan. Langkah ini dilakukan untuk merespons dugaan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang dilaporkan merusak infrastruktur publik, khususnya di Jalan Soekarno, Selasa (28/4/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Soekarno, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dampak negatif pertambangan ilegal.

 

Aksi responsif ini merupakan tindak lanjut atas arahan Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., yang menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat. Di lapangan, kegiatan dipimpin oleh Pamapta II, Ipda Sumber Nadi, bersama personel piket fungsi yang terlibat.

 

 

“Kami hadir untuk memastikan bahwa keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan akibat aktivitas PETI benar-benar ditindaklanjuti. Sesuai arahan Bapak Kapolres, kami mengedepankan langkah preemtif agar masyarakat memahami bahwa setiap kegiatan pertambangan wajib memiliki izin resmi, seperti IUP, IPR, atau IUPK, sebagaimana diatur dalam Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020,” tegas Ipda Sumber Nadi.

 

Dalam sosialisasi tersebut, petugas juga menjelaskan secara rinci konsekuensi hukum bagi pelaku pertambangan ilegal. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara mengatur sanksi pidana tegas bagi pelanggar, sebagai upaya melindungi sumber daya alam dari eksploitasi yang merusak. Tidak hanya aspek hukum, pendekatan sosial juga dilakukan melalui dialog langsung dengan warga.

 

Petugas memaparkan dampak jangka panjang dari kerusakan lingkungan, mulai dari terganggunya ekosistem hingga potensi bahaya bagi pengguna jalan. Untuk penanganan yang lebih menyeluruh, Polres Gunung Mas juga menginisiasi koordinasi lintas sektoral. Upaya ini bertujuan agar penanganan PETI dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

 

“Kami akan membangun sinergi dengan berbagai pihak, seperti Pemerintah Daerah, Dinas ESDM, hingga TNI. Pembentukan tim terpadu sangat penting agar penanganan PETI tidak bersifat sementara, tetapi konsisten dan berkelanjutan,” tambah Ipda Sumber Nadi.

 

Langkah cepat dan pendekatan humanis ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Diharapkan, para pelaku aktivitas ilegal dapat beralih ke usaha yang legal dan ramah lingkungan, sehingga pembangunan ekonomi daerah tetap berjalan tanpa merusak infrastruktur dan lingkungan. Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam situasi aman dan kondusif.

 

Polres Gunung Mas menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala di titik-titik rawan guna memastikan wilayah tersebut terbebas dari aktivitas pertambangan ilegal yang merugikan kepentingan publik.

Saran Kami :

Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[Humas/red] 

 

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

57 Desa di Kahut dan Damang Batu Belum Laporkan Realisasi Keuangan, DPMD Gumas Turun ke Desa

27 Okt 2026 - 02:34 WIB

57 Desa di Kahut dan Damang Batu Belum Laporkan Realisasi Keuangan, DPMD Gumas Turun ke Desa

Polres Gunung Mas Buka Ruang Dialog Bersama Pengurus Gereja, Dalam Program Minggu Kasih

25 Okt 2026 - 03:32 WIB

Polres Gunung Mas Buka Ruang Dialog Bersama Pengurus Gereja, Dalam Program Minggu Kasih

Sempat Diduga Tenggelam di Sungai Katingan, Pria Asal Kapuas Ternyata Tersesat

24 Okt 2026 - 07:45 WIB

Sempat Diduga Tenggelam di Sungai Katingan, Pria Asal Kapuas Ternyata Tersesat

Hilang dari Lanting Dini Hari, Pria 44 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Katingan

23 Okt 2026 - 12:48 WIB

Hilang dari Lanting Dini Hari, Pria 44 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Katingan

Lima Kendaraan Bantu Percepat Pemadaman Karhutla, Pangdam Imbau Warga Tak Bakar Lahan

22 Okt 2026 - 05:37 WIB

Lima Kendaraan Bantu Percepat Pemadaman Karhutla, Pangdam Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Trending di Uncategorized