PENUTURNEWS.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) diperkuat hingga ke sejumlah wilayah rawan, termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menambah kekuatan personel untuk memastikan upaya pemadaman berjalan maksimal, menyusul masih adanya titik api yang membutuhkan penanganan intensif.
Sebanyak 32 personel Brimob Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) dikerahkan untuk memperkuat pemadaman di Tanjung Puting. Mereka akan bergabung dengan 55 personel gabungan yang sebelumnya telah berada di lokasi. Penambahan kekuatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Kehutanan dan hasil koordinasi pembagian tugas di jajaran Polda Kalteng.
Penguatan penanganan tidak hanya dilakukan di satu wilayah. Seluruh daerah rawan menjadi perhatian, termasuk lokasi yang telah dilakukan pemadaman tetapi masih menyimpan bara di bawah permukaan tanah gambut.
Saat meninjau lokasi karhutla di Desa Sabaru, Palangka Raya, Sabtu (17/10/2026), Kapolda melihat langsung proses pembasahan dan pendinginan yang dilakukan personel gabungan. Meski sejumlah wilayah sempat diguyur hujan, lokasi tersebut belum mendapatkan hujan sehingga asap masih mengepul dari dalam tanah.
“Apabila ini tertiup angin, ini bisa mengakibatkan kepulan asap sampai ke Kota Palangka Raya,” ujarnya. Karena itu, pembasahan terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala dan asap meluas ke kawasan perkotaan.
Di Tanjung Puting, petugas menghadapi tantangan berbeda, yakni keterbatasan sumber air. Kapolda menyebut, berdasarkan laporan Kapolres Kotawaringin Barat, pengeboran hingga kedalaman 20 meter belum menghasilkan air bersih. Air yang keluar masih berupa lumpur sehingga belum dapat diandalkan untuk kebutuhan pemadaman.
Petugas terpaksa mengambil air dari sungai dan menyalurkannya secara estafet hingga ke titik api. Kondisi ini menjadi tantangan dalam mempercepat pemadaman, terutama di kawasan yang membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan untuk mengendalikan kebakaran.
“Sudah dilakukan pengeboran sampai 20 meter, yang keluar bukan air tetapi masih berbentuk lumpur. Oleh sebab itu penanganannya terpaksa harus mengambil air dari sungai dan dilakukan estafet sampai ke titik api,” ungkapnya.
Kapolda menegaskan, penguatan personel dan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan dalam penanganan karhutla di Kalteng. Sinergi Satgas Karhutla, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat diharapkan mampu mendukung pemadaman sekaligus mencegah kebakaran kembali terjadi di wilayah rawan.
“Dengan sinergi bersama Satgas Karhutla, TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat, Polda Kalteng berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan Karhutla di seluruh wilayah rawan di Kalimantan Tengah,” pungkas Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Ri/Red]







Komentar ditutup.