Menu ✖

Uncategorized

Ritual Adat Pakanan Sahur dan Mamapas Lewu di Desa Tuwung, Diapresiasi DPRD Pulpis

badge-check

Anggota DPRD Pulpis, Damek, [IST] Perbesar

Anggota DPRD Pulpis, Damek, [IST]

PENUTURNEWS.ID –  Anggota DPRD Pulpis, Damek, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan ritual adat Pakanan Sahur dan Mamapas Lewu yang digelar masyarakat Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah beberapa hari lalu.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai, tradisi masyarakat Dayak tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada arwah leluhur agar senantiasa menjaga dan melindungi keturunan yang masih hidup.

Selain itu, Mamapas Lewu juga menjadi tradisi pembersihan fisik dan spiritual suatu wilayah, yang merupakan warisan budaya berharga di tengah arus perkembangan zaman.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi acara ritual adat Pakanan Sahur dan Mamapas Lewu yang dilaksanakan masyarakat Desa Tuwung berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Damek, belum lama ini.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil 1 Kecamatan Kahayan Hilir, Jabiren Raya, Kahayan Tengah, dan Banama Tingang, Damek menegaskan pentingnya pelestarian budaya di tengah modernisasi.

Menurutnya, tradisi semacam ini adalah jati diri masyarakat Dayak asli Kalimantan Tengah yang mulai tergerus zaman dan nyaris punah.

“Budaya ini harus terus dilestarikan dan tetap ada di masa yang mendatang, sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat adat dan para leluhur terdahulu,” tambahnya.

Ia mengapresiasi langkah masyarakat Desa Tuwung yang tetap menjaga dan menjalankan ritual adat meski menghadapi tantangan zaman.

Pelaksanaan ritual tersebut menjadi bukti nyata komitmen melestarikan warisan budaya Dayak.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berkelanjutan dan tetap dilestarikan,” tutup Damek.

Sekilas tentang Pakanan Sahur & Mamapas Lewu. Pakanan Sahur: Ritual penghormatan kepada arwah leluhur agar melindungi keturunannya.

Mamapas Lewu: Tradisi pembersihan wilayah secara fisik dan spiritual, membersihkan desa dari pengaruh buruk dan menyucikan lingkungan.

Kedua tradisi ini menjadi simbol kearifan lokal masyarakat Dayak dalam menjaga keseimbangan alam dan spiritualitas komunitasnya.

Saran kita, ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di;

 

 

[lex/red]

 

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

57 Desa di Kahut dan Damang Batu Belum Laporkan Realisasi Keuangan, DPMD Gumas Turun ke Desa

27 Okt 2026 - 02:34 WIB

57 Desa di Kahut dan Damang Batu Belum Laporkan Realisasi Keuangan, DPMD Gumas Turun ke Desa

Polres Gunung Mas Buka Ruang Dialog Bersama Pengurus Gereja, Dalam Program Minggu Kasih

25 Okt 2026 - 03:32 WIB

Polres Gunung Mas Buka Ruang Dialog Bersama Pengurus Gereja, Dalam Program Minggu Kasih

Lima Kendaraan Bantu Percepat Pemadaman Karhutla, Pangdam Imbau Warga Tak Bakar Lahan

22 Okt 2026 - 05:37 WIB

Lima Kendaraan Bantu Percepat Pemadaman Karhutla, Pangdam Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Kapolda Tinjau Lokasi Karhutla Desa Sabaru, Perkuat Penanganan Total di Daerah Rawan

18 Okt 2026 - 05:00 WIB

Kapolda Tinjau Lokasi Karhutla Desa Sabaru, Perkuat Penanganan Total di Daerah Rawan

Babinsa Koramil 1018-01/Sepang Hadiri Rapat Karhutla, Warga Pamatang Limau Diingatkan Jangan Lengah Hadapi Musim Kemarau

17 Jul 2026 - 14:05 WIB

Babinsa Koramil 1018-01/Sepang Hadiri Rapat Karhutla, Warga Pamatang Limau Diingatkan Jangan Lengah Hadapi Musim Kemarau
Trending di Uncategorized