PALANGKA RAYA – Mantan Anggota DPRD Kalteng Yohanes Freddy Ering menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya menyebut tim pemadam kebakaran (damkar) yang tidak sigap dalam menangangan kebakaran Gereja Maranatha.
Freddy Ering meminta maaf kepada seluruh petugas dan relawan damkar saat dimediasi oleh Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palangka Raya, di Mapolresta Palangka Raya, Jumat (27/09/2024).
“Yang intinya, kesalah pahaman, atau kekeliruan, saya mohon maaf. Usai memposting di facebook,” katanya, Jumat (27/09).
Freddy Ering mengatakan, bahwa kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama pemerintah agar lebih siap dalam mempersiapkan perlengkapan dan alat pemadam kebakaran di lokasi-lokasi central.
“Saya berharap agar hal ini menjadi konstruktif untuk perbaikan kedepan,” jelasnya.
Sebelumnya pernyataan yang dikeluarkan oleh seorang mantan Anggota DPRD Kalteng periode 2019-2024 Yohannes Freddy Ering mengenai kebakaran Gereja Maranatha mengejutkan banyak pihak.
Terlebih lagi para petugas pemadam kebakaran gabungan, baik itu dari Pemerintah daerah setempat, BPK Swasta dan juga relawan yang ada di Kota Palangka Raya.
Komentarnya dinilai telah menyudutkan karena menganggap para pedamam ketika itu tidak sigap dalam menangi kebakaran salah satu gereja tertua dan terbesar di Kota Palangka Raya ini. [RED-2]











Komentar ditutup.